Sejumlah 4 (empat) Mahasiswa Magister Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan Mini Riset di Desa Paranggupito, Dusun Sawit, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan Mini Riset dilaksanakan kurang lebih selama empat hari, mulai 16-19 April 2026 dengan dibimbing pengampu kuliah Metode Penelitian sekaligus Kaprodi Magister Sosiologi Agama. Tema penelitian mengangkat Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat Uplander Paranggupito.
Desa paranggupito secara geografis terletak paling selatan dari Kabupaten Wonogiri yang di kelilingi perbukitan dan bertepian langsung dengan pantai selatan samudra Hindia. Paranggupito memiliki banyak keunggulan meski dicirikan oleh wilayah perbukitan yang tandus. Perbukitan Paranggupito membentang luas di bagian selatan, dimanfaatkan oleh masyarakatnya yang memliki ethos kerja yang tinggi untuk bertani dan beternak. Masyarakat yang masih menjaga kelestarian alamnya tersebut, membuat suasana begitu masih sangat asri dan tentram, didukung dengan seni budaya karawitan Laras Madyo sebagai sarana untuk menghidupkan nilai-nilai sosial lebih bermakna. Sekaligus upaya dalam menjaga tradisi. Laras Madyo adalah sebuah nyanyian yang liriknya berisi petuah-petuah penting dalam memberikan makna buat kehidupan. Tidak kalah penting dari Paranggupito adalah wisata pantainya, ada empat Pantai di Paranggupito, yakni Pantai Sembukan, Pantai Klotok, Pantai Jujugan dan Pantai Dadapan.
Pantai Sembukan menjadi ciri khas dari wisata Pantai di Paranggupito, sebab bukan hanya menawarkan hamparan pasir putih dan tebing Pantai, terdapat bukit yang eksotik yang digunakan sebagai tempat spiritual. Mahasiswa Magister Sosiologi Agama menjadikan objek tersebut sebagai kajian lebih lanjut, tepatnya pada sanggar Tri Sila Wedha atau warga Kusuma Hayu (sebutan bagi pengikut Tri Sila Wedha) yang bertempat di gunung Gendera sebalah Pantai Sembukan.
Riset ini menghadirkan kolaborasi antara Prodi MSA, Alumni Sosiologi Agama yang mengabdi di Paranggupito, KUA Paranggupito, dan Warga Desa Paranggupito. Mahasiswa dan seluruh mitra riset sangat menikmati kegiatan ini dan berharap terus dilakukan pada masa mendatang. “Saya sangat senang, warga sangat senang, dan berharap riset ini memberi manfaat bagi mahasiswa dan ke depan bisa dilanjutkan dengan riset aksi dengan berbagai program yang dapat membantu warga.” demikian sambutan Dwi Hartono Kepala Desa Paranngupito, Wonogiti Jawa Tengah.
Melalui Riset ini mahasiswa juga dapat mempraktikkan metode pengumpulan data pengamatan terlibat dan wawancara. Mereka tinggal di rumah warga, belajar hidup bersama warga untuk mengungkap pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan warga komunitas uplander Paranggupito. Penguasaan berbagai metode penelitian dan menguasai manajemen penelitian lapangan menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa MSA.